Wednesday, January 2

Tips Agar Pacaran Tetap Sehat dan Hangat

Tips Agar Pacaran Tetap Sehat dan Hangat

Pacaran perlu prinsip dan komitmen. Alangkah baiknya jika sejak awal hubungan, pasangan berdua sudah sama-sama sepakat menentukan mau ke mana arah pacaran itu, apa yang boleh dan tak boleh dilakukan selama pacaran, pokoknya saling menentukan norma-norma yang akan diikuti berdua. Hal ini akan mendewasakan remaja selangkah lagi menuju ke kedewasaan.

Seks pra nikah kini banyak ditemui di kalangan remaja apalagi di kota-kota besar. Kemajuan media hiburan, rasa penasaran, kurangnya bimbingan orang dewasa, dan pergaulan yang salah bisa jadi pemicu timbulnya seks pra nikah. Tapi pacaran yang sudah ‘dibumbui’ seks tak bisa dibilang sebagai sebuah hubungan yang sehat lagi. Ibarat melanggar rambu lalu lintas, kita bisa kena surat tilang.

Secara umum, pacaran yang bijaksana sebaiknya dilandasi hal-hal sebagai berikut:

  1. Saling terbuka, artinya mau berbagi pikiran dan perasaan berdua secara jujur dan terus terang, saling menerima kritik, teguran, kenyataan, serta mau kompromi. Jika dalam masa pacaran saja, pasangan kita tidak mau menerima kritik, hal ini akan terus terbawa sampai jenjang perkawinan, tentunya akan lebih ruwet lagi.
  2. Saling menerima apa adanya dilandasi rasa sayang. Jangan ada dalam pikiran seseorang yang sedang berkasih-kasihan, perasaan ingin mengubah pasangan sesuai yang diinginkan. Dia adalah dia, apa adanya. Sifat-sifatnya yang jelek, memang bisa dibicarakan dengannya lalu sama-sama berdua diusahakan untuk berubah, tapi jangan membentuknya seperti pot tanah liat sesuai apa yang kita mau.
  3. Saling menyesuaikan, hal yang terpenting dalam berpacaran. Artinya, kita coba menyesuaikan diri untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada di antara kekasih. Perbedaan ada bukan untuk makin diruncingkan, namun untuk dijembatani. Hobi yang berbeda, misalnya, bisa diperbincangkan berdua. Tanpa kita sadari, kita malah akan menyukai hobi kekasih kita hanya karena kita mendengarkan dia berceloteh panjang lebar mengenai hobinya.
  4. Jauhkan nafsu selama pacaran. Sebagai lawan jenis, ketertarikan memang biasa. Namun ‘pagar’ harus tetap terjaga dengan gembok-gembok norma dan agama. Banyak remaja menyesal setelah telanjur ‘membuka gembok pagar’-nya. Mereka mengeluh, hubungan jadi terasa berbeda setelah seks masuk ke dalam kisah kasih berdua, hamil, terkena penyakit kelamin, atau terpaksa menikah sebelum siap. Lebih bijaksana jika seks disingkirkan sejauh-jauhnya selama pacaran.
  5. Saling melengkapi. Apa yang jadi kekurangan di satu pihak, disempurnakan dengan apa yang ada di pihak lainnya dengan dasar kasih sayang. Hubungan timbal balik ini nantinya akan menimbulkan rasa ‘terikat’ dalam rasa yang bisa membuat hubungan lebih mendalam lagi.
  6. Saling menghargai. Kita dan kekasih berada dalam posisi yang sejajar dalam berpacaran. Masing-masing boleh mempunyai keputusan, pemikiran, usulan dan ide yang bisa diungkapkan kepada pasangannya, tetapi tanpa maksud memaksakan kehendaknya itu. Si kekasih berhak menerima, menolak, atau mempertimbangkannya secara nalarnya sendiri. 
  7. Punya tujuan. Pacaran yang bijaksana memiliki tujuan jangka panjang yang sama, yaitu pernikahan. Pacaran yang hanya bertujuan main-main saja bukan hubungan yang sehat, karena satu sama lain tidak merasa terkait atau terikat dalam satu hati.

No comments :

Post a Comment