Friday, February 22

Alasan Pria Berselingkuh

Alasan Pria Berselingkuh

Secara alamiah pria memang cenderung berselingkuh karena pada dasarnya manusia tidak bersifat monogami. Ada sebagian atau beberapa ahli berpendapat sebaliknya dan sampai saat ini perdebatan apakah manusia pada dasarnya bersifat monogami atau poligami masih berlangsung, karena kedua pihak memiliki "bukti" sendiri - sendiri. Inti dari perdebatan tersebut adalah menentukan apakah fenomena selingkuh disebabkan oleh sesuatu yang sifatnya "biologis" atau "sosial".

Kenapa pria berselingkuh? Dari argumen Jessie, Peggy menekankan penyebab pria selingkuh pada faktor sosial budaya.


Menurutnya, paling tidak ada tiga "kekuatan" yang mendorong pria selingkuh antara lain yaitu kekuatan dari dalam yang menarik mereka untuk selingkuh, misalnya daya tarik lawan jenis yang bisa berbentuk sensualitas persahabatan dan rasa kagum rasa ingin tahu, tantangan, gairah dan rasa cinta.

Kekuatan dari dalam yang mendorong mereka selingkuh. Misalnya keinginan melepaskan diri dari hubungan rumah tangga yang tidak harmonis, rasa bosan, keinginan mengisi kekosongan dalam perkawinannya, kebutuhan untuk diperhatikan, atau kebutuhan untuk membuktikan daya tariknya. Pengaruh sosial budaya, misal pengaruh media yang membesarkan masalah selingkuh, film - film yang mendramatisir hubungan gelap, penggambaran wanita sebagai objek seks dalam iklan dan lain sebagainya.

Bagaimana mencegahnya? Sebenarnya, perselingkuhan pria bisa dicegah. Berita buruknya, pencegahan tersebut bisa saja mengorbankan perasaan Anda dan kadang malah tak berhasil.

Tapi, bukankah lebih baik berusaha daripada tidak berbuat apa - apa sama sekali? Mau tahu caranya? Menurut Peggy, satu - satunya cara adalah dengan membina rasa saling percaya dan kejujuran dalam perkawinan. Langkah pertamanya adalah dengan menyadarkan ketertarikan suami pada wanita selain Anda, istrinya adalah hal yang wajar (begitu juga sebaliknya).

Dengan memegang asumsi tersebut (ingat, ini tak mudah!) atmosfir kejujuran dan rasa saling percaya bisa diciptakan.

Akahkah pria meninggalkan istrinya? Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Penelitian - penelitian tentang masalah pria "mencampakkan" istrinya untuk kemudian menikahi kekasih gelapnya memberikan hasil yang saling berlawanan. Sebuah penelitian, misalnya, menunjukkan bahwa 76% pasangan menikah di mana suaminya pernah melakukkan perselingkuhan tetap utuh rumah tangganya. Tapi, penelitian yang lain dengan topik yang sama malah menunjukkan 75% pernikahan bubar gara - gara suaminya pernah selingkuh. Dari hasil - hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa perselingkuhan suami bisa saja berujung pada percerian, tapi kecil kemungkinannya suami yang selingkuh akan meninggalkan istrinya supaya dapat menikahi pacar barunya. Perceraian biasanya terjadi karena perselingkuhan tersebut tidak bisa ditolerir oleh istrinya, sehingga "suhu politik" dalam rumah memanas kalau sudah begitu, perceraian tentu saja merupakan satu - satunya pilihan yang paling masuk akal.

No comments :

Post a Comment