Friday, February 22

Bau Makanan dan Gairah Seksual

Bau Makanan dan Gairah Seksual

Bau makanan tertentu tidak saja menimbulkan selera makan, tapi juga bisa menaikkan gairah seksual. Sebuah penelitian di Chicago baru-baru ini mengungkapkan hal itu. Penelitian dilakukan dengan cara memberikan bau-bauan makanan kepada pria dan wanita, kemudian diukur tekanan aliran darah yang menuju ke genital masing-masing gender.

Hasilnya pria ternyata mudah terangsang setelah membaui pie labu kuning, sedangkan wanita pada bau permen tertentu dan juga ketimun. Tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang penemuan tersebut.

Dr. Alan R. Hirsch, sang peneliti, hanya mengatakan bahwa kemungkinan makanan tersebut mengingatkan mereka pada masa kecil yang menyenangkan. Nostalgia seperti itu mampu menghilangkan kegelisaan dan gangguan-gangguan psikis lain dalam aktivitas seksual.

Penelitian-penelitian lain sebelumnya telah membuktikan bahwa bau memang memegang peranan penting dalam menarik perhatian lawan jenis. Penelitian-penelitian tersebut umumnya terfokus pada bau tubuh manusia. Namun, bau yang dikeluarkan tubuh kita toh amat dipengaruhi oleh makanan yang kita makan.

Selama ini yang terpikir oleh orang jika menghubungkan makanan dengan kegiatan seksual adalah aprodisiak atau makanan pembangkit gairah. Oyster dan kerang-kerangan lainnya serta alkohol merupakan makanan yang popular saat ini.

Ada juga laporan yang mengatakan bahwa telur, es krim vanila, anggur, sereal, dan blueberries juga aprodisiak yang cukup kuat. Sebenarnya vitamin dan nutrisi tertentu dalam makanan tersebutlah yang berperan.

Misalnya komposisi vitamin dalam telur diketahui mampu membantu mengatasi ejakulasi dini. Lalu kalsium dalam es krim vanila diketahui bisa membuat orgasme menjadi lebih kuat dan asam folic dalam sereal akan menjaga elastisitas pembuluh darah sehingga aliran darah ke genital menjadi lebih lancar.

Namun para ahli nutrisi lebih menyarankan untuk makanan makanan seimbang, sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

“Bagaimanapun seks lebih merupakan isu psikologis,” kata Barnaby Barrat, Ph.D., konsultan seks kondang dari Amerika.

Makanan aprodisiak, menurutnya, hanya bermanfaat jika orang bersangkutan tidak mempunyai masalah psikologis seperti rasa malu, gugup, rasa bersalah, tidak nyaman dan sebagainya.

No comments :

Post a Comment