Friday, February 22

Belajar Jadi Ayah Yang Lebih Kompeten

Belanja Bersama, Kenapa Tidak?!

Bagi pria hanya sedikit hal yang membuat mereka merasa tak cakap. Tapi menghadapi bayi? Baru juga diangkat, ia sudah menjerit, menangis, seperti "tak sudi" bersama sang ayah, membuat ia merasa tak mampu menjadi ayah. Tetapi, percayalah, perasaan itu mudah diatasi.

Hal utama yang harus diingat adalah mulailah dengan hal yang tak perlu Anda lakukan. Jika anak menangis misalnya, jangan mencoba menggendongnya. Biarkan istri yang menangani. Ibu lebih mampu mengatasi tangisannya karena ia sudah belajar dari pengalamannya bersama si kecil.


Untuk seperti istri, Anda pun harus learning by doing. Riset menunjukkan, kurang kesempatan adalah salah satu hambatan terbesar bagi ayah. Dengan kata lain, semakin banyak waktu yang Anda luangkan untuk anak, semakin Anda merasa kompeten.

Dan, jika sedang bersama anak dan ia rewel, hiraukan tawaran istri untuk menggantikan Anda. Katakan, "Tenang.. bisa kuatasi kok." Jangan takut untuk mengambil keputusan yang dibutuhkan mengenai anak.

Seringkali, ayah baru sedikit minatnya untuk melakukan bersama bayinya. Tak mengajak bayi bicara, tak mau menggendong atau memandikan karena takut, atau bermain - main bersamanya.

Padahal, meskipun bayi baru berusia beberapa hari, banyak hal yang bisa dilakukannya. Di antaranya, menggendong bayi dan mengajaknya mendengarkan musik bersama -sama, atau sekedar bicara betapa ajaibnya dia, atau membaca keras - keras koran yang sedang Anda baca. Memang tampaknya dia tidak mengerti, tapi intinya dia bisa akrab dengan suara Anda, yang akan membuatnya nyaman dan aman bersama ayahnya. Ini dapat mendekatkan hubungan Anda dan bayi.

Yang terpenting, jangan merasa tak mampu melakukan apa pun dengan si kecil. Ibu dan ayah punya cara yang berbeda dalam berinteraksi dengan anak. Ayah cenderung menggunakan fisik dan energi yang besar, baik untuk mengoptimalkan kecerdasan kinestetik, sedang ibu dengan kemampuan sosialisasi dan emosinya dapat mendukung kecerdasan emosi anak. Selamat berinteraksi para ayah.

No comments :

Post a Comment