Friday, February 22

Berciuman, Menjurus...?

Berciuman, Menjurus...?

Kalau dilihat-lihat, sekarang ini sudah banyak sekali prilaku berpacaran di kalangan remaja mengarah kepada hubungan intim, disamping itu banyak juga ditemukan kasus kehamilan tidak diinginkan diseputar pergaulan remaja, karena mereka melakukan hal tersebut sebelum adanya ikatan perkawinan yang syah alias belum menikah.

Sebenarnya gimana sich proses prilaku tersebut, kok bisa sampai melakukan hubungan intim diluar nikah?…… 

 
Beneran sebagai bukti cinta si Doi?


Berpacaran ala remaja umunya sekarang ini, berciuman merupakan hal yang biasa dan wajar (katanya lho…..), sebenernya banyak faktor yang menyebabkan remaja melakukan aktifitas seksual ketika pacaran, dan biasanya kebanyakan dari mereka yang menginginkan hal itu adalah para cowok sebagai bukti cinta si doi, sebab lain bias karena sang cowok belum ngerasa sreg kalo belum ngesun yayangnya, bisa juga cuma iseng, pengaruh teman gaul, atau sekedar untuk membuktikan bahwa dirinya sudah memiliki dan berhak apa saja atas ceweknya. Padahalkan belum tentu bokin kalian merasa nyaman dengan perlakuan seperti itu.

Tapi yang jelas, perilaku seksual remaja (termasuk ciuman) banyak dipengaruhi oleh faktor luar seperti pornografi atau perilaku orang dewasa disekitarnya, yang pada akhirnya diadopsi secara mentah, padahal kondisi emosional masih bias dibilang labil lho… kalo gitu bias bahaya doong..

Nah, terlepas dari boleh dan nggaknya ciuman, sekarang ini ciuman sudah membudaya dikalangan remaja. Sayangnya mereka melakukan itu tanpa pertimbangan yang matang berciuman pada waktu berpacaran sekarang ini sudah menjurus ke hal-hal yang tidak diinginkan dimana pada akhirnya mereka melakukan hubungan seksual, yang sebenarnya mereka belum boleh melakukannya karena belum diikat secara syah atau belum menikah.

Alhasil dari hubungan seksual di luar nikah tersebut banyak terjadi Kehamilan Tidak Diinginkan yang akhirnya MBA atau mencari jalan keluar melakukan aborsi. (iihhhh serem banget sich, kok sampe sampe aborsi ?.

Dari ciuman menjadi ereksi


Berciuman bukan saja melibatkan sentuhan fisik belaka, tetapi terdapat unsur-unsur psikologis yang menyertainya, dimana organ perasa seks juga berperan. Ketika sentuhan berupa rangsangan fisik atau rangsangan mental, termasuk ingatan fantasi dan masukan dari berbagai organ perasa seks itu terjadi (dalam hal ini berciuman misalnya), mulailah sinyal-sinyal itu sampai dalam otak untuk menafsirkan sebagai "gejolak birahi". Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang punggung (belakang) untuk memulai serangkaian kejadian yang rumit. Kemudian darah ekstra dikirim ke daerah panggul.

Darah ini mengisi jaringan berongga pada penis, yang tersusun dalam tiga silinder panjang. Perintah dari otak juga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengeluarkan darah dari penis, sehingga penis tetap dipenuhi darah. Tekanan darah ekstra itu pada dinding sebelah dalam merupakan "kemantapan" yang disebut "ereksi". Tubuh dapat menggagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu gelisah, marah, takut, letih atau sedih.

Nach, bentuk terangsangnya laki-laki kan ditandai dengan ereksi dulu, trus kalau sudah terjadi hal ini bagaimana, tidak menutup kemungkinan kan kamu-kamu melakukan hubungan seksual (gile….. awalnya padahal cuma ciuman aja khan..), tapi jangan lupa kalau berciumannya sudah melampaui batas khan tidak menutup kemungkinan akan merembet melakukan sentuhan yang lainnya yang membawa kita ke hubungan intim, bukan ..gitu?….

Kesimpulannya, ciuman boleh nggak sih?

Jadi gimana dong, boleh nggak ciuman waktu pacaran?...

Jawabannya, kembali ke manusianya lagi melihatnya dari aspek mana?.. Apakah norma sosial, budaya dan agama yang kamu anut bias mentolerir hal seperti itu ? yang pasti jangan lupa walaupun ciuman itu dianggap sebagai kontak seksual yang ringan, tapi bisa terjadi ke prilaku seksual hubungan intim, udah siap resikonya ?……., seperti kehamilan tidak diinginkan, penyakit Menular Seksual (PMS) seperti AIDS dan resiko lainnya, think about that,…OK !

No comments :

Post a Comment