Friday, February 22

Cewek Perawan VS Cowok Perjaka

Cewek Perawan VS Cowok Perjaka

Sebanyak 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta "Hilang Kegadisannya" !!!Judul berita yang mengejutkan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSC Pusbih) yang menemukan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah. Yang lebih mengenaskan, semua responden mengaku melakukan hubungan seks tanpa ada paksaan alias dilakukan suka sama suka dan adanya kebutuhan.

Nah lho ...

Kita sudah berkali-kali dikejutkan dengan hasil penelitian seperti itu dari tahun ke tahun mulai dari penelitian "kumpul kebo" tahun 1984 yang lalu, kemudian penelitian-penelitian sejenis yang menunjukkan bahwa sekian persen remaja putri sudah tidak perawan lagi, sampai pada penelitian terakhir yang dilakukan LSC Pusbih tersebut di atas.

Kalau emang keperawanan identik dengan kesucian, dari berita tersebut jelas terlihat bahwa kesucian itu seolah-olah monopoli cewek saja. Keperawanan cuma menjadi hak paten cewek.

Rentetan masalah akan menghantui kehidupan cewek kalau keperawanan itu hilang sebelum waktunya. Padahal, yang menyebabkan hilangnya keperawanan itu salah satunya adalah kelakuan para cowok. Kalau benar 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta tidak perawan, berarti mahasiswanya juga tidak perjaka lagi. Nah, ini juga yang seharusnya menjadi pertanyaan dan bahan penelitian. Bingung juga ya.... Kenapa hanya keperawanan saja yang dipermasalahkan?

Tuntutan terhadap keperawanan ini tentu sangat memojokkan cewek. Seolah-olah hanya cewek yang dituntut menjaga kesuciannya itu membuat stigma yang timpang di masyarakat.

Cewek yang enggak perawan adalah cewek yang murahan, enggak berharga lagi. Banyak cewek yang direnggut keperawanannya enggak punya masa depan (takut enggak ada yang ngajak kawin atau bakal diremehin suami). Kenapa rasa takut ini hanya dimiliki oleh kaum cewek.... Kalau emang enggak perawannya seorang cewek dapat menyebabkan cewek enggak ada yang bakalan ngajak kawin atau diremehin suami, berarti cowok yang enggak perjaka lagi pun seharusnya merasa "takut" atau "minder" enggak akan ada cewek yang mau diajak kawin dan bakalan diremehin istrinya dong .

Sikap seperti di atas (dan hanya diperuntukkan ke cewek) tentu saja bisa menimbulkan trauma pada cewek. Kalau emang seorang cowok sayang sama ceweknya, pantes enggak sih cowok minta sesuatu yang belum pantes dilakukan cowok dan diterima cowok? Buat cewek enggak gampang, lho, ngelepasin keperawanan bahkan sama cowok yang disukai. Sebab jauh di lubuk hati ada ketakutan bahwa cowoknya belum tentu jodoh dan belum tentu cowoknya mau tanggung jawab, belum lagi mikirin risikonya bisa hamil. Yang jelas banyak banget konsekuensinya dan yang udah jelas lagi konsekuensi tersebut lebih banyak negatifnya dibanding positifnya. Dan yang paling menderita akibat itu semua adalah cewek.

Kenapa sih yang selalu diingetin harus jaga keperawanan itu cuma cewek, sedangkan cowok bisa bebas ngelakuin apa saja? Ini sebenarnya berkaitan dengan apa yang disebut dengan peran jender. Jender itu sendiri adalah pembagian peran dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat dan budaya. Misalnya, keyakinan bahwa laki-laki itu kuat dan rasional, sedangkan perempuan itu lemah dan emosional. Hal itu bukanlah ketentuan kodrat dari Tuhan, melainkan hasil sosialisasi melalui sejarah yang panjang.

Karena dalam kenyataannya ada perempuan yang kuat dan rasional, sementara itu ada juga laki-laki yang lemah dan emosional. Peran jender tersebut bukan dibawa sejak lahir, tetapi dipelajari dari orang tua, lingkungan sosial, dan budaya. Perbedaan seks (jenis kelamin) yang kemudian melahirkan peran jender yang tidak menimbulkan ketidakadilan sesungguhnya tidaklah menjadi masalah.

Namun, dalam kenyataannya perbedaan jenis kelamin itu menimbulkan diskriminasi jender atau pembatasan atau pilih kasih yang dilakukan karena alasan jender atau perbedaan jenis kelamin. Misalnya, perempuan biar setinggi apa pun sekolahnya akhirnya akan ke dapur juga sehingga pendidikan anak perempuan enggak perlu tinggi-tinggi. Lebih banyak batasan yang diberikan kepada remaja perempuan dibandingkan remaja laki-laki. Dan celakanya, pandangan ini yang diyakini sebagian besar masyarakat Indonesia.

Keperjakaan juga penting meskipun secara fisik enggak ada bekas-bekasnya. Beda sama cewek yang selaput daranya bisa sobek. Dengan melakukan hubungan seksual yang hilang kesuciannya enggak cuma cewek, tapi cowok pun kehilangan keperjakaannya. Sebagaimana keperawanan, keperjakaan pun harus dijaga juga dan harus dipikirkan pula bahwa cewek pun sebetulnya enggak mau dapat cowok yang sudah enggak perjaka lagi. Sama seperti cowok kalau tahu pasangan kita sudah enggak suci lagi pasti kecewa dan terluka.

Risiko hubungan seksual tidak hanya pada cewek yang bisa hamil, cowok pun kalau ngobral keperkasaannya juga bakalan kena penyakit kelamin seperti kencing nanah atau bahkan sifilis atau raja singa, dan kalau kena penyakit itu dapat juga ngefek kepada anak yang dilahirkan, seperti kebutaan dan sebagainya. So, cowok maupun cewek harus sama-sama jaga kesuciannya.

3 comments :

  1. Jadi pengen ke Yogyakarta, karena zaman sekarang bukan memikirkan keperawannya tapi kenikmatannya. ehhe.. maaf ya

    ReplyDelete
  2. Nation303 - Your Trusted Betting Partner

    Link Alternatif: http://303nations.com/

    BONUS NATION303
    Menang Kalah dapat Bonus
    Menang extra 2%
    Cashback Sports 5%
    Cashback Casino 3%
    New member 10%
    Komisi 1%
    Poker rebate 0,5%

    BONUS AMNESTI 15% + BONUS LOYALTI 50.000

    Contact us
    Bbm: 56CE3B54
    Wa: +639777685826
    Line: Nation303
    Skype: Nation303
    Ym: Nation303_cs1@yahoo.com


    MENANG BERAPAPUN KAMI BAYAR

    Nation303 - Your Trusted Betting Partner - Rekan Judi Terpercaya

    ReplyDelete