Saturday, February 23

Cowok-cowok Lampu Kuning

Cowok-cowok Lampu Kuning

Mulai sekarang, coba perhatiin gerak-gerik, "kesukaan" dan "koleksi" cowok kamu. Apa dia termasuk salah satu cowok "lampu kuning" alias cowok yang perlu diwaspadai?


Car-azy

Pernah denger ada cowok yang lebih banyak ngabisin waktu dengan mobil ketimbang pacarnya? Ada, lho. Kalau bertemu dengan orang macam ini, artinya kamu harus punya toleransi yang tinggi. Mungkin kamu cewek satu-satunya bagi dia, tapi posisi kamu bukan yang utama. Malah bisa jadi, dia lupa kalau kamu adalah pacarnya, lho. Habis ingatan dan perhatiannya lebih banyak ke mobil sih.

Shoe-in

Kamu patut curiga kalau cowok punya koleksi sepatu yang banyak, kayak koleksi perangko. Bisa jadi dia tipe cowok yang nggak bisa ngebedain mana yang harus disingkirkan dan disimpan. Cowok ini biasanya suka pamer dan mementingkan penampilan. Kalau jadi pacarnya, kamu harus bisa dandan dan berpakaian serasi. Bisa, nggak?

Watch out

Dia suka banget sama jam tangan. Apalagi yang bagus dan mahal. Kenapa cowok ini perlu diwaspadai? Konon, selain gemar dengan jam-jam warna pedas dan menyala, mereka juga suka bersolek dengan segala jenis perhiasan, seperti kalung, anting, bahkan juga gelang, lho! Wah... bisa-bisa koleksi gelang "keroncong"-nya banyakan dia.

Pemuja tubuh

Cowok tipe ini boleh dibilang sebagai penganut narsisme. Bagaimana tidak, wong, mereka paling doyan memuja bentuk tubuhnya sendiri. Nah, tipe cowok yang kayak begini, konon harus segera dihindari. Kalau nggak, kamu bisa jadi korban "koreksi" dan terkungkung.

Cowok tipe ini juga biasanya boring. Topik obrolannya nggak jauh dari "tempat latihan kebugaran, makanan yang bagus dikonsumsi, ukuran dan bentuk tubuh yang ideal, sampe cela-celaan body orang". Belum lagi "ritual aneh" tiap pagi dan sore.

Sayang keluarga

Mungkin betul, cowok yang akrab dengan keluarganya itu orang baik. Tapi, kamu harus hati-hati, lho. Mungkin kamu harus punya ekstra toleransi yang tinggi. Pasalnya, bisa bisa jadi dia telat jemput karena harus mengambil baju nyokapnya di binatu atau nganter adiknya dulu ke kampus.

Belum lagi kalau dia punya kebiasaan ngumpul bareng keluarga, hingga males keluar rumah atau malam mingguan ke tempat kamu. Apalagi kalau tak pernah ngundang kamu main ke rumahnya. Sepertinya, dia belum cukup matang untuk menjalin hubungan lebih serius.

No comments :

Post a Comment