Saturday, February 23

Dibalik Fetisisme Pria

Dibalik Fetisisme Pria

Sejumlah pria terobsesi pada benda atau bagian tubuh tertentu yang tidaklah sensual menurut pandangan umum. Tapi mereka mendapatkan kepuasan seksual dari benda atau bagian tubuh tersebut. Itulah yang dinamakan fetisisme. Dan obsesi ini boleh dikatakan hanya milik pria.

Benda fetis umumnya dipakai untuk masturbasi atau saat berhubungan seksual untuk mendapatkan kenikmatan lebih. Benda fetis bisa dibagi dua, ada yang terobsesi karena bentuknya ada pula yang terobsesi pada bahannya.


Benda fetis sangat bervariasi, dari celana dalam, bra, sampai kaos tangan dan sepatu. Sedangkan bahan yang diobsesi umumnya sutra, bulu, karet atau kulit. Dalam sejumlah kasus, bahkan gambar dari benda fetis saja sudah cukup membuat pria bersangkutan bergairah, namun umumnya mereka lebih memilih benda fetis yang sudah pernah dipakai. Walau begitu si pria fetisist tidak akan peduli dengan orang yang pernah memakainya.

Sementara itu, bagian tubuh yang sering diobsesi adalah rambut, kaki, dan pantat. Pria fetisist dalam bercinta akan selalu terfokus pada bagian tubuh yang menjadi obsesinya. Terkadang ia bisa orgasme hanya dengan ‘mempermainkan’ bagian tersebut.

Pria fetisist bisa saja bercinta tanpa benda obsesinya, tapi energi seksualnya umumnya lebih rendah dibanding jika dengan benda fetis. Ia membutuhkan benda tersebut untuk bisa tampil prima.

Misalnya pasangannya harus memakai sepatu hak tinggi atau genitalnya harus digosok dengan kain sutra dulu sebelum bercinta dan sebagainya. Dalam kebanyakan kasus kaum fetisist umumnya tidak akan memaksakan obsesinya pada pasangannya, tapi ia akan melakukannya dengan masturbasi jika si pasangan tidak mau.

Penyebab fetisisme sampai sekarang tidaklah jelas. Sebagian teori menghubungkannya dengan pengalaman di masa kecil. Teori yang lain menghubungkannya dengan pengalaman seksual di masa puber yang diasosiasikan dengan aktivitas masturbasi.

Apakah fetisisme merupakan penyimpangan seksual? Para psikoanalis mengatakan bahwa normal atau tidak, yang jelas pria fetisist umumnya berkepribadian tertutup, penyendiri dan mempunyai kapasitas terbatas dalam membangun keintiman.

No comments :

Post a Comment