Saturday, February 23

Disfungsi Ereksi dan Disfungsi Seksual


Disfungsi seksual lebih ditujukan pada ketidakmampuan pria atau wanita untuk merespon stimulasi seks. Sedangkan disfungsi ereksi merupakan istilah untuk menggambarkan ketidakmampuan pria dalam mempertahankan ereksi selama waktu yang dibutuhkan dalam aktivitas seksual. Penyebab keduanya bisa psikis, bisa fisik, atau keduanya.


Sejumlah penyebab fisik yang bisa mengakibatkan disfungsi ereksi diantaranya karena penyakit diabetes atau multiple sclerosis, darah tinggi, kerusakan syaraf saat operasi prostat atau masalah pada tulang punggung atau panggul.

Nikotin dalam rokok juga bisa memblokir pembuluh darah sehingga ereksi menjadi sulit untuk dipertahankan. Begitu juga obat-obatan untuk mengatasi hipertensi dan depresi bisa mempengaruhi syaraf pusat yang mengakibatkan kesulitan ereksi.

Pada pria tua, rendahnya aliran darah ke arah penis merupakan faktor utama disfungsi ereksi.

Untuk mengetahui apakah disfungsi ereksi disebabkan oleh masalah fisik atau psikis, metode yang dianggap cukup efektif adalah mengamati pria bersangkutan saat tidur. Pria umumnya mengalami ereksi waktu tidur. Jika ia sama sekali tidak bisa ereksi dalam tidurnya, berarti penyebabnya fisik.

Penyebab psikologis bisa berupa kebohongan seksual, gugup, takut, stress, trauma, atau pengalaman tak mengenakkan di masa lalu. Jika seorang pria bisa ereksi cukup lama waktu masturbasi, tapi tidak bisa waktu bercinta dengan pasangannya, berarti penyebabnya adalah psikis.

Penyebab fisik seringkali berpengaruh terhadap psikis juga. Karena itu pengobatan disfungsi ereksi yang disebabkan oleh fisik, biasanya juga disertai dengan terapi untuk menghilangkan masalah psikologisnya.

Apapun penyebabnya, disfungsi ereksi maupun disfungsi seksual bisa diatasi dengan obat-obatan atau peralatan modern. Yang penting adalah keinginan yang bersangkutan untuk terbuka dalam mencari bantuan pengobatan kepada tenaga profesional.

Terapi injeksi, obat telan, vakum, atau operasi implan bila perlu, bisa dilakukan sambil mengatasi hambatan yang disebabkan oleh faktor psikologis yang umumnya butuh waktu lebih lama.


No comments :

Post a Comment