Saturday, February 23

Efek Keringat Pria Terhadap Mood Wanita

Efek Keringat Pria Terhadap Mood Wanita

Sebuah penelitian telah dilakukan di Universitas Pennsylvania baru-baru ini. Dalam studi tersebut peneliti mengambil cairan dari ketiak pria dan mengoleskannya pada bibir atas 18 wanita usia 25-45 tahun.


Para wanita sukarelawan tersebut tidak mengetahui kalau yang dioleskan pada bibir mereka adalah keringat dari ketiak pria. Mereka mengira sedang mengikuti studi tentang minuman beralkohol, parfum atau pembersih lantai.


Para wanita tersebut lalu menuliskan apa yang mereka rasakan selama enam jam bibirnya beroleskan keringat. Ternyata mereka merasa ketegangan menyurut dan merasa lebih rileks.

Selama enam jam pengamatan, para wanita tersebut diberi tiga kali olesan dan sebagai pembanding diberikan lagi tiga kali olesan alkohol selama enam jam berikutnya.

Menurut Charles J. Wysocki, yang melakukan penelitian, pheromon dalam keringat pria juga menaikkan aliran darah wanita sehingga mendorong produksi hormon reproduksi.

Kadar hormon ini biasanya naik menjelang ovulasi atau pelepasan telur, yang umumnya juga ditandai dengan naiknya gairah seksual. Akan tetapi di luar masa pelepasan telur, produksi hormon tersebut biasanya amat rendah. Dalam studi tersebut ditemukan hormon naik beberapa kali dengan jeda lebih pendek 20% dari normal.

Penelitian lanjutan akan dilaksanakan untuk mengetahui zat kimia apa yang memegang peranan utama dalam mempengaruhi produksi hormon dan suasana hati wanita. "Ini bisa jadi terobosan bidang farmakologi untuk menemukan produk alami dalam membantu relaksasi. Bisa juga untuk mengatur ovulasi atau meminimalkan efek sindrom pra haid," kata Charles. "Kita mungkin juga bisa membuat bau keringat pria menjadi lebih baik, yang bisa wanita lebih nyaman."

No comments :

Post a Comment