Saturday, February 23

Efek Sunat Pada Seks


Ada banyak studi tentang hal ini. Ada yang saling mendukung, ada yang bertolak belakang. Studi di University of North Carolina, AS, misalnya, melaporkan bahwa sunat menyebabkan penurunan fungsi ereksi dan sensitivitas penis.

Sementara studi di Louisiana State University, AS, menyimpulkan, sunat justru menambah kualitas hubungan seks dan kepuasan. Hampir tak ditemukan perubahan fungsi seks, seperti yang dikuatirkan banyak pihak. Lantas, perlu sunat atau tidak?


Ada tiga faktor yang bisa dijadikan pegangan. Pertama, mungkin faktor kepercayaan, termasuk kultur dan keyakinan seseorang, baik tehadap agama maupun kebiasaan nenek moyang. Lainnya adalah faktor medis dan seks itu sendiri.

Menurut Dr. Kenneth Fink, 62% pria di AS, mengaku disunat untuk perawatan kondisi medisnya. Seperti diketahui, sunat bisa mengatasi fimosis atau kondisi dimana kulit luar tak bisa ditarik melalui kepala penis, yang bisa menyebabkan rasa sakit.

Namun sebagai masukan, American Academy of Pediatrics, AS, menganggap keuntungan medis dari sunat, tidaklah terlalu penting. Tak heran bila sampai saat ini, mereka belum memberi dukungan agar semua anak laki-laki disunat.

Dilain pihak, studi Dr. Sean Collins bisa dijadikan bahan pertimbangan. Menurutnya, sunat bukan hanya baik untuk sekehatan, tapi juga seks. Bila pria merasa sehat, kemungkinan besar dia bisa menciptakan hubungan seks yang bagus.

Buktinya, "Tak dipungkiri, meski mengalami penurunan fungsi seks, namun banyak pria yang mengaku merasa puas. Mereka merasa lebih "tahan lama" hingga pasangan merasa takjub," imbuh Fink. Namun jelas, imbuhnya, kondisi ini berbeda bagi setiap pria.

No comments :

Post a Comment