Saturday, February 23

Frigiditas, 90% Bisa Disembuhkan! Asalkan…


Linda (29) mengeluhkan, semenjak menikah 6 bulan lalu, ia merasa 'dingin-dingin' saja dan tak bersemangat menanggapi hasrat seksual Rio (31), suaminya. Padahal ia sudah cukup pandai melakukan 'pemanasan' sebelum bercinta.. "Saat melakukan foreplay, bisa dibilang Rio tak pernah melewatkan sentuhannya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tapi tetap saja hasilnya tak memuaskan. Mungkinkah saya mengalami frigiditas?".

Tunggu dulu! Anda tidak bisa mengklaim diri sendiri sebagai frigid hanya karena Anda merasa tak bergairah dan enggan menanggapi hasrat seksual pasangan Anda. Frigiditas tidak didefinisikan semudah itu, tidak bisa hanya dengan ditebak atau diterka. Vonis apakah Anda mengalami frigiditas atau tidak, harus melalui diagnosa seorang ahli atau dokter dengan menggunakan penerapan teori-teori yang berlaku. Sebenarnya, apa sih frigiditas itu? Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya? Berikut, penjelasannya:

Frigiditas berarti tidak adanya libido seksualis pada wanita, dengan kata lain fungsi seksual wanita tersebut sedang mengalami ketidakmampuan atau ketidakpekaan terhadap rangsangan erotik seksual baik dari dirinya sendiri maupun dari pasangannya.

Menurut para ahli, 70% kasus frigiditas disebabkan karena gangguan psikis. Seperti perasaan kecewa yang mendalam terhadap pasangan, perlakuan kasar, picik dan tidak adil, trauma seks masa lalu, trauma malam pertama, pemerkosaan, depresi atau stress. Tak hanya itu, rasa tidak percaya dan keragu-raguannya terhadap keefektivitasan alat kontrasepsi yang sedang digunakannya juga menjadi penyebab terbesar terjadinya frigiditas. Sedangkan 30% sisanya disebabkan karena gangguan fisik, seperti terjadinya kerusakan pada salah satu fungsi saraf seksual wanita, akibatnya ia tidak peka terhadap rangsangan dari pasangannya.

90% kasus frigiditas memiliki kemungkinan besar dapat disembuhkan, tapi dengan catatan jika faktor-faktor penyebabnya telah ditemukan. Saat ini penanganan terhadap pasien penderita frigiditas sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Jika dahulu yang ditangani hanya wanitanya saja, kini kedua belah pihak harus ikut dilibatkan, yaitu suami dan istri. Jadi jangan kaget jika penderita frigiditas harus disembuhkan lewat terapi yang cukup panjang dan membutuhkan kesabaran yang cukup panjang pula.

Tapi lebih dari semua pengobatan tersebut, yang paling dibutuhkan oleh penderita frigiditas adalah komunikasi yang baik dengan pasangan dan tidak membiarkan 'kasus' nya diendapkan hingga berlarut-larut.

Teknik rangsangan yang dianjurkan bagi Anda yang memiliki pasangan frigiditas:

Memiliki pasangan frigiditas bukan berarti dunia menjadi runtuh, jauhkan rasa kecewa dan putus asa. Justru disinilah peran suami sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi masalah yang sedang Anda alami. Salah satu cara untuk membangunkan 'singa betina' yang sedang tidur ini adalah dengan menggunakan teknik rangsangan yang bisa dilakukan pasangan pada Anda:
  1. Saat akan memulai bercinta, dianjurkan pasangan membuat suasana hati Anda tenang dan betul-betul rileks. Kata-kata yang menimbulkan rasa nyaman akan sangat membantu..
  2. Inisiatif bercinta untuk sementara hendaknya datang dari pasangan.
  3. Sebisa mungkin beri pengertian pada pasangan untuk menekan keinginannya untuk cepat-cepat bercinta, Anda mesti diberi kesempatan untuk 'mengumpulkan' sedikit demi sedikit libido.
  4. Biarkan pasangan menanyakan titik yang bisa menimbulkan rangsangan pada tubuh Anda, dan mana titik yang di 'larang' disentuh!
  5. Mintalah pasangan untuk memberikan pijatan-pijatan lembut di bagian tubuh Anda, untuk mengurangi ketegangan.
  6. Minta pasangan untuk memberi perhatian ekstra pada Anda setelah selesai bercinta, untuk meningkatkan rasa nyaman dan percaya diri Anda.

No comments :

Post a Comment