Monday, February 25

Kenali Siklus Respon Seksual

Kenali Siklus Respon Seksual

Dalam bercinta, setiap orang akan mengalami beberapa tahapan perubahan fisik dan mental yang disebut sebagai siklus respon seksual. Memahami tahapan ini, akan memudahkan Anda untuk membawa pasangan dan Anda sendiri dalam mencapai orgasme. Ada ahli yang membagi siklus menjadi lima tahap, empat tahap dan ada pula yang tiga tahap.


Yang banyak dipakai ahli terapi seks untuk membantu pasiennya adalah empat tahapan siklus dari William Masters dan Virginia Johnson, ahli terapi seks Amerika. Empat tahapan tersebut terdiri dari excitement, plateau, orgasm, dan resolution.

William dan Virginia menggunakan sejumlah alat yang didesain khusus untuk memonitor perubahan pada denyut jantung dan ketegangan otot seseorang selama bercinta. Hasilnya adalah empat tahapan siklus respon seksual tersebut.

Tahapan pertama, excitement, bisa berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam. Cirinya otot-otot mulai menegang, denyut jantung lebih cepat, sebagian kulit memerah (pipi, dada dan atau punggung), puting mengeras, klitoris dan labia minora membesar dan ereksi pada pria.

Perubahan lainnya, dinding vagina mulai mengeluarkan cairan pelicin, rahim terangkat dan membesar, begitu juga payudaranya. Bersamaan dengan itu, otot-otot di sekitar mulut vagina atau otot pubococygeal mulai mengencang. Pada pria testikel membesar dan naik sehingga skrotum mengencang. Cairan pelicin dari kelenjar Cowper juga mulai mengalir keluar.

Fase kedua, plateau, apa yang terjadi pas fase pertama menjadi intens. Pada fase ini seringkali klitoris menjadi amat sensitive sehingga sentuhan ringan pun malah terasa sakit. Fase ini boleh dikatakan merupakan ujung orgasme.

Puncak kenikmatan seksual, yang biasa disebut orgasme merupakan tahapan ketiga. Ditandai dengan kontraksi otot, meningkatnya tekanan darah dan denyut jantung, nafas semakin cepat, kemudian diikuti dengan pelepasan tekanan seksual secara tiba-tiba.

Kontraksi otot semakin cepat dengan ritme tertentu. Pada pria kontraksi terutama terjadi pada otot pangkal penis, sedangkan pada wanita, otot-otot di sekitar panggul. Kontraksi otot ini, ditambah tekanan dari kontraksi pangkal penis akan mendorong pria untuk mengeluarkan cairan sperma atau ejakulasi.

Fase terakhir adalah resolution atau kembalinya kondisi tubuh ke semula, mulai dari denyut jantung, tekanan darah, pernafasan dan kondisi otot. Fase ini biasanya disertai dengan rasa nyaman dan terkadang kelelahan.

Sebagian wanita bisa mengalami orgasme berulang-ulang dan terus menerus, bahkan sampai satu jam, dengan periode waktu yang relatif pendek antara satu orgasme dengan orgasme lainnya.

Sementara itu pria umumnya membutuhkan periode waktu tertentu (sangat bervariasi dari satu pria ke pria lainnya), untuk orgasme lagi. Walaupun mereka bisa ereksi penuh, belum tentu bisa orgasme jika periode waktunya belum terlampaui.

No comments :

Post a Comment