Monday, February 25

Ketulusan Hati Menentramkan Jiwa Kekasih Yang Sedang Resah

Ketulusan Hati Menentramkan Jiwa Kekasih Yang Sedang Resah

Ingatkah Anda dengan bait-bait lagu berikut: 


 ...you give me eyes when I couldn't see…you give me song when I couldn't sing…you give me strength when I couldn't reach…you give me faith cause you believe...

Ya, itulah cuplikan sebuah lagu yang dinyanyikan Celine Dion, Because You Love Me. Memang touch, menyentuh hati setiap orang yang mendengarnya. Memang tidak ada yang lebih menenangkan jiwa dan membuat hidup kita lebih indah selain mempunyai belahan jiwa yang menyenangkan, sehingga hidup Anda berdua dapat saling mengisi satu sama lain, terutama di saat-saat sulit dan tak mengenakkan. Kebanyakan pasangan dapat dan mau berbagi saat mereka bahagia. Tapi di saat susah, hal tersebut terasa sangat sulit sekali!

Oleh sebab itu, diperlukan pengertian, kematangan, dan ketulusan cinta dari kedua belah pihak jika Anda berdua menginginkan keharmonisan hidup. Ini adalah prasyarat paling utama! Setiap saat - bahkan saat Anda berdua sedang bahagia-bahagianya pun - masalah ataupun musibah bisa datang.

Salah satu contoh adalah saat kekasih ataupun suami tercinta Anda harus kehilangan pekerjaan yang sangat dicintai dan dibutuhkannya. Rasanya, dunia tiba-tiba runtuh dan tidak ada tempat berpegang. Lalu, kondisi yang labil akan membuatnya tambah tenggelam ke dalam stres dan kesedihan - apalagi jika ia seorang pria yang sangat menjaga ego dan posisinya dalam berhubungan dengan orang lain, termasuk dengan Anda.

Nah, saat-saat seperti itu sebenarnya kehadiran Anda-lah yang memegang peranan penting dalam mengembalikan percaya diri dan harga dirinya. Memang, sebagai pasangan yang setia tentu Anda ingin selalu berada di sampingnya saat ia sedang dilanda masalah/stres. Tapi sebaiknya, sebagai pendamping Anda harus benar-benar terbebas dari masalah/stres yang Anda pada diri Anda sendiri. Jangan sampai stres dan kekalutan pasangan Anda menjadi bertambah karena melihat Anda 'ketularan' stres. Jika belum siap membantu, lebih baik jangan maju tergesa-gesa, sebab Anda tidak akan bisa menjadi pahlawan jika strategi penyelamatan belum dipersiapkan dengan baik. Tapi walaupun Anda belum siap total, tetaplah berada di sisi pasangan Anda.

Jangan membuatnya merasa di'tinggal'kan. Sebagai pasangan yang baik, menemani si dia pada saat-saat penting seperti ini dan bersikap netral - misalnya dengan menjadi pendengar yang baik tanpa banyak mengajukan pendapat pribadi - akan sangat membantu menenangkan hatinya yang sedang kesal. Tapi jangan lupa untuk lebih dulu menenangkan perasaan Anda sendiri. Ingatlah saat ini yang perlu dibantu adalah dia! Si dia-lah yang sedang kesulitan, bukan Anda! Saat inilah kebijaksanaan dan kematangan Anda terlihat dengan jelas di matanya.

Dan jika sudah siap membantu (tentu saja dengan perasaan yang jauh lebih terkontrol) peranan Anda sebagai pasangan tercinta untuknya dapat segera dimainkan. Akan tetapi sebelumnya ingat-lah dengan E-G-O !! Pasangan memang sedang kesulitan, tapi ada beberapa dari mereka yang tak mau benar-benar mengakui permasalahannya karena tak mau harga dirinya terganggu. Jadi sebaiknya Anda lebih berhati-hati memainkan peran sebagai penyelamat dan pemberi jalan keluar. Bersikaplah penuh pengertian dan jangan mengkritik langkah apapun yang sudah dan akan diambilnya.

Jangan lupa untuk selalu bersikap memahami perasaan dan reaksi pasangan pada situasi ini. Karena sikap shock pasangan saat menerima keputusan PHK - misalnya, adalah sangat wajar karena hal ini bukan masalah sepele. Reaksi berikutnya yang mungkin terjadi adalah rasa marah yang besar karena mengalami hal ini.

Sebagian besar kemarahan ini akibat penolakan atau perasaan tidak menerima perlakuan tersebut. Dan setelah emosi berhasil dikeluarkan, kemungkinan mulai bisa menerima situasi yang telah terjadi. Lalu, untuk bisa keluar dari masalah yang ada, maka harus dipikirkan jalan keluar yang paling baik.

Sebagai pasangan yang bijaksana Anda mempunyai peran untuk membuat hari-hari yang dilalui oleh pasangan tidak semakin runyam. Jadi, saat ia masih shock, marah, dan tidak menerima, cobalah dinginkan perasaannya. Karena secara psikologis, secara emosi dalam dirinya memang perlu diluapkan dan disalurkan secara sehat. Maka, kemungkinan penyampaian kekesalan itu sedikit berupa kemarahan juga. Oleh sebab itu, Anda harus pandai-pandai melihat situasi dirinya, jangan lalu Anda merasa pasangan Anda telah memarahi Anda atas apa yang telah terjadi, dan membuat Anda berbalik memarahi pasangan - jika begitu, pertengkaran yang lebih hebat malah akan terjadi.

Bantu pula pasangan Anda untuk tidak berlama-lama tenggelam didalam perasaan yang negatif seperti ini. Berangsur-angsur, buatlah dia belajar menerima situasi ini. Wajar bila Anda sebagai pasangan juga memiliki tuntutan terhadap si dia.

Namun, akan sangat bijaksana untuk tidak mengemukakannya di saat-saat seperti ini. Saat ini pasangan Anda sedang membutuhkan pengertian dan situasi yang lebih netral untuk bangkit kembali.

Memang, mencari jalan keluar tidak semudah yang Anda kira. Kreativitas dan kegigihan sangat diperlukan untuk survive! Yang pasti, pasangan akan semakin tangguh dan gigih jika Anda menunjukkan pemahaman dan dukungan yang sehat serta dengan penuh keikhlasan.

Jika Anda berdua berhasil melewatkan saat-saat sulit ini, buah yang akan dipetik dalam kehidupan berpasangan akan terasa lebih manis dari sebelumnya. Nggak percaya? Ingatlah: Saat pasangan mengalami kesulitan hidup, cinta Anda-lah yang sebenarnya sedang diuji, yaitu lewat pengertian, kematangan, serta ketulusan hati untuk membantunya.

No comments :

Post a Comment