Monday, February 25

Masturbasi: Baik atau Buruk?

Masturbasi: Baik atau Buruk?

Meskipun baru 24 tahun, Shady merasa fisiknya lemah seperti kakek 60-an tahun. Ia mengira semua itu disebabkan oleh kebiasaannya masturbasi sejak kecil. Sudah banyak pengobatan tradisional yang dia coba, tetapi hasilnya tidak memuaskan.


100 Persen Pria

Dr Wimpie sendiri telah mengenal banyak orang dan pasien berusia 60 tahun bahkan lebih, tapi kondisi fisiknya baik. Mereka masih bergerak lincah, berolahraga, dan produktif. Jadi gambaran bahwa tentang usia 60-an tahun tidak benar dan harus diubah.

Lebih jauh, salah sekali kalau menghubungkan masturbasi dengan kondisi fisik yang lemah. Masturbasi adalah aktivitas seksual yang wajar dan sangat umum dilakukan. Banyak penelitian menyebutkan hampir 100 persen pria pernah masturbasi, dan 70-80 persen wanita pernah melakukannya. Yang dimaksud ialah melakukan secara sadar dan bahkan direncanakan. Pada masa fase phallus dalam masa perkembangan psikoseksual, anak-anak sebenarnya juga masturbasi walau tidak direncanakan. Anak senang memegang-megang kelamin karena menimbulkan perasaan nikmat.

Informasi Salah


Sampai saat ini masih banyak orang yang cemas karena masturbasi. Kecemasan itu tak dapat dilepaskan dari pandangan agama atau nilai moral dan pendapat ilmuwan di masa lalu. Di masyarakat istilah onani lebih dikenal. Sebutan ini berasal dari nama seorang laki-laki, Onan, seperti dikisahkan dalam Kitab Perjanjian Lama. Tersebutlah di dalam Kitab Kejadian pasal 38, Onan disuruh ayahnya, Yehuda, mengawini isteri almarhum kakaknya agar kakaknya mempunyai keturunan.

Onan keberatan, karena anak yang akan lahir dianggap keturunan kakaknya. Maka Onan menumpahkan spermanya di luar tubuh janda itu setiap berhubungan seksual. Dengan cara yang kini disebut sanggama terputus itu, janda kakaknya tidak hamil. Namun akibatnya mengerikan. Tuhan murka dan Onan mati.

Onani atau masturbasi dalam pengertian sekarang bukanlah seperti yang dilakukan Onan. Masturbasi berarti mencari kepuasan seksual dengan rangsangan oleh diri sendiri (autoerotism), dan dapat pula berarti menerima dan memberikan rangsangan seksual pada kelamin untuk saling mencapai kepuasan seksual (mutual masturbation). Yang pasti pada masturbasi tidak terjadi hubungan seksual, tapi dapat dicapai orgasme.

Gara-Gara Tissot


Ilmu pengetahuan telah mencoba menguraikan tentang masturbasi sejak dua abad lalu. Pada pertengahan abad 18, Tissot dari Perancis menulis buku berjudul Onana. Ia menguraikan beragam penyakit yang timbul akibat masturbasi. Dapat dimengerti kalau uraian Tissot menimbulkan ketakutan. Dan sungguh hebat, gaung uraian Tissot masih tersisa sampai saat ini. Terbukti dengan masih banyaknya orang takut dan mengalami keluhan psikosomatis karena masturbasi. Di masyarakat kita pun berkembang cerita menakutkan tentang masturbasi, antara lain dapat menimbulkan kelumpuhan, impoten, mandul, bodoh, penglihatan terganggu, dan sebagainya.

Ketakutan seperti itu kerap muncul pada remaja. Informasi yang salah itu menjadi mitos yang dianggap benar. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, semakin terungkap jelas bahwa masturbasi tidak menimbulkan akibat seperti diuraikan Tissot Sebenarnya tidak terjadi penyakit apa pun akibat masturbasi. Yang perlu dipikirkan adalah kemungkinan ejakulasi dini (pada laki-laki) bila melakukannya tergesa-gesa. Pada remaja ketergantungan terhadap masturbasi akan membuat perhatiannya terpusat ke arah itu. Rasa berdosa atau bersalah sesudah masturbasi itulah yang sebetulnya bisa mengganggu fungsi seksual. Apabila secara fisik merasa tidak sehat bisa dilakukan pemeriksaan diri kepada dokter jangan hanya berdiam diri saja.

No comments :

Post a Comment