Monday, February 25

Mengapa Berbohong?

Mengapa Berbohong?

Konon, kita berbohong rata-rata dua kali dalam sehari. Salah satu motif berbohong adalah karena tidak punya waktu lagi untuk diri sendiri, untuk menciptakan dunia sendiri dan untuk menghindari keintiman.

Kebohongan bisa disampaikan secara terang-terangan dan penuh maksud, atau untuk menyesatkan dan menutup-nutupi suatu perbuatan yang ingin disembunyikan. Seperti apa, sih, kebohongan yang biasa dilakukan oleh seseorang kepada kekasihnya?

"Saya akan menelepon kamu."

Biasanya kalimat ini diucapkan karena si pembohong malas mengatakan yang sebenarnya. Contohnya kalau kencan pertama gagal, sementara kita sudah berharap dia bakal ngajak kencan kedua. Mengapa, sih, cowok selalu melakukannya? Mungkin dia tidak bisa menemukan cara lain untuk menyatakan selamat tinggal, atau 12 jam kemudian dia (takut) berubah pikiran.

"Kamu yang pertama, Sayang."

Biasanya cewek lebih sering mengatakan kalimat bohong ini, ketika sang cowok sudah serius banget, karena tahu kalau cowok senang disanjung. Bohong model ini bisa dipakai untuk melindungi orang lain, bahkan diri sendiri, karena adanya perasaan tidak aman atau kurang pede. Tapi ingat, kalau terlalu mengobral kalimat ini jadinya malah super gombal!

"Ah, kamu tidak gemuk, kok!"

Bohong ini sama ngeselinnya, walaupun si pembohong tidak ingin menyakiti orang yang dibohonginya. Tapi biasanya, nih, yang bertanya pun sudah tahu kebohongan yang bakal diterimanya.

"Saya sangat menikmatinya."

Bohong ini umumnya dilakukan untuk cepat-cepat menghindar agar tak perlu mengatakan yang sebenarnya. Misalnya saat kita ngajak dia makan malam bareng keluarga, dan kita tahu dia semalaman garing abis. Kebanyakan kebohongan model ini sukses, kok!

"Sayalah yang bermasalah."

Kebohongan ini untuk mengalihkan perhatian dari masalah sebenarnya, sekaligus untuk mengulur waktu. Lebih baik waspada, dan pembahasan kita berdua sebaiknya nggak keluar konteks.

No comments :

Post a Comment