Monday, February 25

Oral Sex Pada Remaja

Oral Sex Pada Remaja

Melihat teknik seks yang dikembangkan, jelas mereka mengalami kemajuan. Lagi pula, cara itu dilakukan karena mereka tak ingin menanggung risiko kehamilan dan mengidap penyakit [terutama HIV/AIDS]. "Ini menggembirakan, karena mereka sadar akan bahaya hamil muda dan AIDS," kutip jurnal Family Planning Perspectives.

Tapi disisi lain, hal itu menunjukkan semakin merosotnya moral kaum muda. Hal itu menunjukkan betapa mereka telah dewasa sebelum waktunya. "Kondisi ini bisa berbahaya jika tak didukung oleh pengawasan yang ekstra ketat dari para orangtua." Remaja sekarang kreatif mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Betapa tidak, bahaya senggama tak lantas menyurutkan mereka melakukan seks, tapi membuat mereka kreatif membuat variasi seks yang lebih aman. Dalam survei yang dilakukan jurnal itu diketahui, 44% remaja melakukan oral seks, 11% lainnya mencoba anal seks.

"Melihat kenyataan itu, orangtua perlu memantau perilaku seksual putra-putri mereka," saran Gary J. Gates dan Freya L. Sonenstein, sanga peneliti. "Penularan penyakit seks juga bisa terjadi melalui oral dan anal seks yang dilakuakan."

Gates dan Sonenstein juga menyarankan para orangtua dan pendidik melakukan pendekatan pragmatis yang lebih bersahabat. Deskripsi "menyeramkan" ini memang bukan tentang remaja Indonesia. Tapi, tak ada salahnya meningkatkan kewaspadaan.

No comments :

Post a Comment