Monday, February 25

Polusi Udara Merusak Sperma

Polusi Udara Merusak Sperma

Gas buang kendaraan bermotor bisa merusak sperma dan menurunkan kesuburan pria. Sebuah penelitian di Italia mengungkapkan hal tersebut. Penelitian dilakukan pada 85 pria yang bekerja di pintu tol. Sperma mereka tidak berkurang jumlahnya tapi gerakannya kurang lincah.

Para penjaga pintu tol tersebut seharinya duduk di biliknya selama enam jam sehari. Para peneliti memperkirakan penyebabnya adalah nitrogen oksida dan timbal yang dihasilkan dari sisa pembakaran kendaraan bermotor.

“Studi yang kami lakukan tersebut membuktikan bahwa polutan dari kendaraan bermotor bisa menurunkan kualitas sperma dalam hal kemampuan menghampiri dan mempenetrasi sel telur,” kata Michele De Rosa, ketua peneliti dari University of Naples.

Hal ini berarti menurunkan kesuburan pria bersangkutan. Dari hasil wawancara terlihat bahwa pria yang bekerja di pintu tol membutuhkan waktu rata-rata 15 bulan untuk membuat istrinya hamil. Sementara grup kontrol hanya membutuhkan waktu setengahnya.

Sementara itu Gerald Lincoln, ahli reproduksi pria dari MRC's Human Reproductive Sciences Unit in Edinburgh, Inggris, memperingatkan untuk berhati-hati dalam menanggapi penemuan ini.

“Duduk terlalu lama juga sangat berpengaruh terhadap kualitas sperma, karena naiknya suhu di sekitar panggul,” katanya. Namun peneliti Italia mengatakan hal tersebut tidak terlihat pada grup kontrol yang juga banyak duduk tapi di tempat yang jauh dari jalanan.

Sebagai pembanding, para peneliti juga mengamati 85 pria yang banyak duduk dalam bekerja, seperti pegawai administrasi, sopir, pelajar dan dokter. Hasilnya sperma mereka lebih aktif dibandingkan dengan pria yang bekerja di pintu tol. Akan tetapi volume dan jumlah sperma, serta kadar hormon termasuk testosteron tidak berbeda antara pria pekerja tol dan grup pembanding.

Lemahnya sperma pria pekerja tol dihubungkan dengan tingginya nitrogen oksida, sulfur oksida dan timbal di udara sekitar pintu tol. Darah mereka mengandung ketiga polutan tersebut dalam kadar yang lebih tinggi dibandingkan grup kontrol. Hal ini menyebabkan naiknya kadar methaemoglobin yang menyebabkan turunnya kualitas sperma.

No comments :

Post a Comment