Monday, February 25

Seks Swalayan Bagi Muda-mudi

Seks Swalayan Bagi Muda-mudi

Seperti pernah dilontarkan oleh Dr Boyke, bahwa dari hasil penelitiannya, 98 dari 100 laki-laki memang pernah melakukan masturbasi (seks swalayan/swakarsa), tapi nanti pada saat mereka berumah tangga kebiasaan itu akan hilang dengan sendirinya karena mereka telah memiliki pasangan.

Begitupun dengan wanita. Jangan kaget jika hasil penelitian juga membuktikan bahwa sekitar 35 dari 100 wanita pernah terlibat aktivitas seks mandiri. Jadi, bisa diartikan bahwa tidak perlu malu bahwa sebenarnyalah aktivitas seksual itu sudah menjadi hal lumrah dan dialami hampir semua orang, khususnya kaum laki-laki karena ini memang salah satu cara untuk menyalurkan libido yang meningkat saat para lajang belum memiliki pasangan.

Umumnya obyektivitas pria dalam melakukan seks swakarsa ini dapat dilihat sejak ia menginjak masa puber, sekitar usia 11-12 tahun. Sejalan dengan makin berbentuknya organ-orang tubuh seperti otot, bulu (pada pria), dan buah dada serta datangnya haid pada wanita, serta faktor psikis yakni ketertarikan pada lawan jenis. Hal ini terjadi sesuai dengan perkembangan sampai ke batas akhir puber, yaitu pada usia sekitar 19-20 tahunan.

Makanya, di usia seperti ini, bagi mereka-mereka yang belum saatnya menikah, atau belum ingin menikah, tapi memiliki libido tinggi dan tak kuat menahan gejolaknya dan butuh penyaluran, ada penyaluran libido yang berjalan secara alamiah, misalnya saja seperti 'mimpi basah' dan melakukan seks swalayan (masturbasi). Karena ini merupakan cara paling mudah, paling aman, dan Anda tak memerlukan bantuan orang lain.

Modalnya cukup dengan berfantasi ria. Misalnya saja, dengan melihat gambar-gambar wanita seksi di majalah, internet, atau dengan menonton film triple X. Hal ini biasanya dilakukan oleh kaum pria, karena gejolak dan ritme libido mereka lebih tinggi ketimbang wanita. Atau misalnya, saking mudah turn-on, hanya dengan menyentuh wanita yang dikaguminya pun sudah dapat membuat on nafsu birahi pria, dan lainnya adalah ketika seseorang jarang melakukan kegiatan, misalnya saja sedang sendirian, sedang bengong, menjelang tidur, dan sebagainya. Bahkan sebagian pria mengaku telah kena candunya, dan sulit sekali menghentikannya. Penyebabnya adalah karena situasi yang mendukung mereka melakukan masturbasi itu.

Jadi, pada intinya, jika Anda ingin menghentikan kebiasaan 'enak' ini, Anda harus melakukan banyak kegiatan. Memang, segalanya harus berada pada proporsi yang pas. Jika segalanya berjalan pada 'jalur'nya, dalam arti normal, maka semuanya bisa dikendalikan. Begitu pula dengan seks 'swalayan' ini.

Jika Anda melakukannya sebatas kewajaran, tidak akan ada yang namanya dampak kesehatan maupun kejiwaan dari hobi masturbasi ini. Lain halnya jika sudah kecanduan, keadaan akan menjadi tidak terkontrol. Hal ini bisa menimbulkan masalah besar untuk Anda.

Sebenarnya setiap keinginan untuk masturbasi itu tak harus dituruti. Masih banyak cara lain yang lebih positif untuk menghindar dari keinginan untuk melakukan kegiatan ini.

Misalnya saja:

Memperbanyak aktivitas. Dengan begitu, pola pikir Anda tidak akan terus menerus tertuju pada masalah seks. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki hobi yang menantang dan positif selain masturbasi, misalnya saja memoles-moles mobil kesayanganmu atau bermain musik, akan menyita/mengurangi waktu santai yang bisa membuat kita berkhayal atau berfantasi, apalagi sampai bermasturbasi.

Cara lain adalah dengan olahraga. Ini sangat menguntungkan untuk lebih menyehatkan jiwa raga, serta dapat membuat pikiran 'ngeres' hilang. Misalnya saja frekuensinya 3 kali dalam seminggu. Jadi begitu tiba dirumah saat selesai berolahraga, lalu mandi, dan kecapekan, lalu tertidur pulas, maka Anda tak sempat memikirkan seks. Walaupun nantinya Anda akan mimpi basah, tapi Anda tak akan diliputi perasaan bersalah seperti saat terpaksa melakukan seks swakarsa.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah menghindari diri bersentuhan dengan hal-hal yang dapat membangkitkan birahi, misalnya saja menyingkirkan VCD triple X, atau gambar-gambar tak senonoh, film-film dan hal lain sejenisnya. Apalagi mengajak pasangan Anda pacaran di tempat sepi dan tidak ada orang lain, jangan sampai Anda berdua berada pada situasi yang membuat tergoda oleh rayuan setan yang berusaha membangkitkan birahi untuk 'melakukan' hal-hal di luar jalur bersama pasangan. Jangan ambil risiko! Khusus untuk para wanita, pintar-pintarlah melihat situasi yang mulai mengarah ke hal-hal yang berbau seksual yang dapat membangkitkan birahi pacar.

Terakhir yang perlu diperdalam untuk menghilangkan perasaan-perasaan 'ngeres' adalah dengan menekuni ilmu agama. Ini semata-mata bukan hanya nasihat dari para ahli agama, tapi terlebih merupakan tuntutan standar manusia dalam menjalani kehidupan. Pendalaman agama yang kuat akan membantu seseorang untuk lebih teguh dan 'tahan banting' menghadapi berbagai macam godaan, termasuk godaan untuk melakukan kegiatan seks mandiri ini. Tentu saja yang dimaksud bukan hanya melakukan hal-hal yang sifatnya ritual belaka, akan tetapi mempelajarinya benar-benar hingga ke hati dan perilaku. Inilah yang menjadi tolak ukur keimanan seseorang.

Dengan begitu kegiatan yang mungkin sampai dengan saat ini masih membuat Anda diliputi perasaan bersalah setelah bermasturbasi dapat di"rem", dan menjadi seorang yang bisa lebih dewasa, stabil - bukan orang yang suka punya 'Piktor' (pikiran kotor).

No comments :

Post a Comment