Tuesday, February 26

“Sexual Abuse Awareness”, Apaan Tuh?

kekerasan sexsual

Rani (bukan nama yang sebenarnya) suatu hari bercerita kepada temannya kalau ia mengalami peristiwa yang sangat mengganggu dan membuatnya geram. Bayangkan…! Saat ia naik kereta api Jabotabek, ia mengalami kejadian dimana ada pria yang dengan sengaja menyenggol-nyenggol, bahkan memegang-megang bagian sensitif dari tubuhnya.


Cerita di atas cuma salah satu dari sekian banyak peristiwa / kejadian yang dialami oleh kaum perempuan (sebagian kaum pria juga pernah mengalaminya) saat berada di tempat-tempat yang ramai dan penuh sesak, seperti di bus, kereta api, antri karcis dll. Kejadian diatas dapat dikategorikan sebagai sexual abuse.

Sexual Abuse adalah kekerasan sexsual yang merupakan perlakuan yang tidak menyenangkan dan bersifat memaksa orang lain, seperti pelecehan sexual, perkosaan dsb. Jadi ada unsur pemaksaan di mana si korban tidak menghendaki hal itu. Hal ini pasti tidak disetujui oleh semua orang dan dengan sendiri kita mesti mempunyai perhatian terhadap kekerasan sexual itu.

Lantas, apa yang dimaksud dengan sexual abuse awareness itu ??

Sexual Abuse Awareness adalah usaha penyadaran terhadap sexual abuse supaya kita tahu tentang tanda-tanda atau ciri-ciri dari sexual abuse itu dan dapat menghindari prilaku tersebut. Hal itu disebabkan kekerasan sexual punya dampak traumatis yang berat dan susah dilupakan oleh si korban. Disamping itu si korban akan diselimuti oleh perasaan takut, malu, berdosa, marah daan perasaan tidak berdaya, pasrah.

Yang termasuk kategori sexual abuse itu antara lain :

  1. Rabaan pada anggota tubuh
  2. Sodomi (contoh kasus Robot Gedek)
  3. Oral sex secara paksa
  4. Perkosaan
Semua perilaku atau contoh di atas harus disertai dengan adanya paksaan dari salah satu pihak dan ada pihak yang tidak menghendaki baru bisa dikategorikan ke dalam sexual abuse.

Lalu siapa saja yang berpotensi menjadi pelaku sexual abuse ?

Ternyata pelakunya kebanyakan adalah orang yang dekat atau kenal dengan korbannya, tapi tidak menutup kemungkinan dapat dilakukan oleh orang yang baru kita kenal atau bahkan tidak kenal sama sekali. Jangan pernah kasih kesempatan kepada orang lain untuk berbuat macam - macam terhadap tubuh kita.

Sedangkan hal-hal yang harus kita lakukan apabila kita mengalami hal tersebut, sbb :

  1. Mencari tempat yang aman dari jangkauan pelaku.
  2. Berteriak sekeras kerasnya untuk mendapatkan bantuan orang lain.
  3. Bicara dengan orang yang kita anggap bisa dipercaya, misal sama orang tua atau teman baik dan minta bantuannya untuk bersama-sama melapor ke kantor polisi
  4. Tinggalkan bukti - bukti fisik misal jangan ganti baju dan pakaian dalam yang mungkin telah ternoda oleh sperma pelaku dan jangan mandi dulu.
  5. Segera dapatkan perawatan medis, bisa di klinik darurat atau bisa juga di rumah sakit.
  6. Segera menghubungi pusat pelayanan dan konsultasi ( seperti CMM ) untuk minta solusi atau bantuan, karena banyak manfaat yang bisa di dapat jika kita melakukan konseling. Memang manfaatnya tidak bisa langsung dirasakan sekarang, tetapi bisa dirasakan beberapa tahun kemudian.
Dengan penjelasan diatas diharapkan masyarakat sudah mengerti tentang pentingnya kesadaran terhadap bahaya sexual abuse, sehingga kita bisa menjauhkan atau menghindarkan diri dari sexual abuse atau kekerasan seksual.

No comments :

Post a Comment