Tuesday, February 26

Too Young To Be Married?

Too Young To Be Married?

Menikah di usia muda, bagi sebagian orang sering merupakan satu langkah yang dianggap terlalu terburu-buru dan nekat. "Pernikahan tanpa persiapan pasti, bagaimana mau sukses?" cibir yang tak setuju.

Namun jangan dulu menuding miring, menikah di usia dini dalam arti kata saat di mana usia tengah berhambur publisitas dan karier yang kian terang bagi sebagian orang adalah keputusan yang tepat untuk membuat mereka merasa nyaman dan aman menekuni aktivitas kehidupan untuk ke depannya.

Sebut saja beberapa kalangan artis yang memilih menikah muda di saat popularitas mereka tengah naik, ternyata berhasil. Misalnya saja Ferdi Hasan-Savina, Tengku Firmansyah-Cindy Fatika Sari, Surya Saputra-Dewi Sandra, Frans-Amara Lingua, serta masih banyak lagi. Meskipun tak menutup mata memang ada sebagian yang gagal di tengah jalan. Sebut saja misalnya pasangan Attila Syach-Wulan Guritno.

Tapi kenapa tak berkaca pada mereka yang sukses? Kepada orangtua dan sekeliling kita yang memilih menikah dini. Terlebih bila melihat perkembangan cara berpacaran anak muda jaman sekarang yang makin "liar". Bahkan sebagian pasangan yang menyatakan kurang lengkap bila berpacaran tanpa kissing, tak sedikit dari mereka juga menyatakan kurang afdol bila tidak mengakhiri kebersamaan mereka dengan melakukan hubungan laiknya suami-isteri.

Memang banyak faktor kenapa harus memilih untuk menikah dini. Bisa saja karena hamil duluan, pacaran yang terlalu lama hingga malu sama orangtua dan sekelililing, atau juga karena pasangan itu takut kecantol pada cewek atau cowok lain. Akhirnya berdasarkan salah satu atau dua alasan tersebut mereka pun resmi menghadap penghulu.

Tapi ada sebagian yang mencoba berpikir bijak. Daripada hal buruk menimpa hubungan mereka yakni dengan melanggar norma agama dan susila mereka akhirnya memilih menikah. Cinta tentu saja di atas faktor segalanya.

Tentang bagaimana kehidupan ke depannya, tentunya mereka yakin sekali bisa melampauinya bersama. Dua kepala tentu lebih baik dari satu kepala. Begitu juga dengan prestasi dan semangat. Yang pasti sangat menguntungkan punya pasangan yang selalu siap mendukung dan memberikan saran sepanjang aktivitas dalam kehidupan kita.

Menikah pada usia dini juga banyak untungnya. Kita tak lagi harus gonta-ganti pasangan intim yang bisa mengakibatkan penyakit kelamin ataupun AIDS. Bagi pasangan yang sebelumnya bergaul dan terjerumus dalam penggunaan barang-barang terlarang, pernikahan tentu saja menjadi benteng kuat untuk menghindarinya.

Kendati demikian, pernikahan usia dini bukan berarti tak terlepas dari masalah. Tinggal bagaimana menyikapinya? Yang pasti kapan pun usia kita, tentu pernikahan adalah tujuan yang akan kita capai. Terpulang pada waktu kapan siap menghadapinya?

No comments :

Post a Comment