Tuesday, February 26

''TRAGEDI'' Malam Pertama



''TRAGEDI'' Malam Pertama

Bila istri atau pasangan Anda mengalami hal itu, tak perlu kuatir apalagi panik. Meski Anda sudah saling mengenal, tapi "pertemuan" pertama di tempat tidur, apalagi dibawah ikatan resmi, kadang bikin kikuk dan stres.


Dalam hal ini, wanitalah yang paling sering mengalaminya. Tentu, hal itu berdampak kurang baik pada fleksibilitas vagina dan produksi cairan pelumasnya. Otot-otot vagina tegang, "sempit" tapi tetap kering. Itu akan menyebabkan nyeri atau sakit saat berhubungan intim dan sesudahnya.

Untuk menghindarinya, Anda berdua perlu saling belajar bagaimana menemukan saat yang tepat berhubungan, dan cara tepat saling menstimulasi diri. Tentu idealnya, hubungan harus dilakukan saat keduanya saling menginginkan dan dalam kondisi "high".

Usahakan agar Anda berdua rileks, sehingga memungkinkan ditemukannya titik-titik rangsang di tubuh masing-masing pasangan. Pada wanita, kondisi "high" biasanya ditandai dengan keluarnya cairan pelumas [lubrikasi] yang cukup, hingga bisa memperlancar penetrasi. Sebelum kondisi itu tercapau, tahan dulu keinginan penetrasi.


Pendarahan

Tak sedikit wanita yang mengalami pendarahan "luar biasa" saat pertama kali berhubungan intim. Bisa jadi, hal itu disebabkan terjadinya perlukaan atau robekan selaput dara, di daerah yang mengandung pembuluh darah yang cukup besar.

Tapi tak semua wanita meski mengalami hal itu. Darah yang keluar akibat robekan selaput dara, biasanya dapat berhenti dengan sendirinya, sedikit demi sedikit, dan sisanya akan berwarna cokelat kehitaman.

Bila pendarahan terus berlanjut hingga jangka waktu yang lama, lebih dari lima hari misalnya, sebaiknya konsultasikan dengan ginekolog.

No comments :

Post a Comment