Thursday, March 28

Agar Tabulampot Seaduhai Bonsai

Tabulampot Seaduhai Bonsai

Bodi tabulampot sebetulnya bisa dibentuk serupa bonsai. Selain percabangannya banyak dan simetris, batangnya akan lebih ciamik karena meliuk – liuk seperti ular. Bahkan buahnya dipastikan lebat. Agar tanaman buah dalam pot (tabulampot) tampil ciamik, syaratnya harus diatur kerangkanya. Jumlah percabangan dan tajuk harus diatur dan ditertibkan, sehingga tanaman benar – benar memiliki kerangka yang bagus dan menawan.


Percabangan yang harus dipelihara adalah cabang primer, sekunder hingga tersier. Tidak menjadi masalah jika hanya cabang primer sampai sekunder yang dipelihara. Yang penting bagaimana percabangan tabulampot itu bisa membentuk kerangka tanaman yang aduhai. Langkah pertama tanamlah bibit tabulampot jenis apa saja yang berasal dari hasil pembiakan okulasi aatau samubng. Biarkan tanaman tumbuh di atas pot yang sudah tersedia. Dengan penyiraman dan pemupukan, tanaman akan tumbuh subur dan membesar. Pada umur 1 tahun batang utama dapat dipotong setinggi 50 cm dari tanah atau permukaan media. Beberapa hari setelah pemangkasan, tunas – tunas baru akan bermunculan dan biarkan tumbuh membesar sampai menjadi cabang – cabang primer. Tapi setelah tunas – tunas tersebut panjangnya mencapai 15 – 20 cm, pelihara hanya 3 – 4 cabang saja yang posisinya simetris, sedangkan sisanya dipangkas atau dibuang. 



Sekitar umur 4 – 6 bulan, dari 3 – 4 cabang yang mulai membesar itu dipotong sepanjang 15 cm dari pangkalnya. Dari cabang primer yang telah dipotong akan tumbuh tunas – tunas baru yang menjadi cikal bakal cabang sekunder dan biarkan tumbuh membesar. Kalau cabang – cabang sekunder itu panjangnya sudah mencapai 15 cm, pilih 3 – 4 cabang sekunder yang tumbuhnya simetris dan biarkan sampai tumbuh membesar. Andaikan sudah berumur 4 – 6 bulan sejak pemangkasan cabang sekunder tadi, maka bisa dilakukan pemangkasan lagi sepanjang 15 cm dari pangkal. Selanjutnya tunas – tunas baru yang tumbuh dipelihara. 


Ketika panjangnya sudah mencapai 15 cm, maka dipilih 3 – 4 cabang tersier saja. Biarkan tumbuh membesar hingga membentuk ranting – ranting sebagai tempat tumbuhnya bunga dan buah. Pemangkasan hanya sampai pada pembentukan cabang tersier saja. Pemangkasan berikutnya tidak dilakukan lagi. Dianjurkan untuk pemangkasan pemeliharaan yakni berupa pembuangan ranting – ranting sakit, rusak, sudah terlalu tua, rimbun, saling tumpang tindih dan ranting posisinya membalik. Hanya dengan perlakuan pemangkasan teratur demikian niscaya tabulampot akan tampil ciamik lantaran memiliki percabangan yang amat teratur, bersusun, banyak dan simetris. Malahan dengan kerangka percabangan yang demikian, produksi buah justru bertambah banyak atau lebat. Hanya saja pembentukan cabang yang demikian itu membutuhkan perawatan tanaman yang intensif. Artinya selama melakukan pemangkasan, pemupukan tetap dilakukan secara rutin.

Tiap 3 bulan sekali tabulampot dipupuk NPK 15-15-15 sebanyak 75 gram. D isarankan tanaman disiram setiap hari sampai media tanah benar – benar lembab. Tujuan pemupukan dan penyiraman ini tidak lain agar usai pemangkasan batang atau cabang langsung segera tumbuh tunas – tunas baru yang nantinya cepat membentuk percabangan baru sesuai dengan harapan yakni tabulampot punya kerangka tanaman yang cantik.


Membentuk kerangka tanaman tidsak cukup hanya memotong batang utama dan percabangan. Cabang – cabang yang sudah terbentuk dan dipilih tadi masih perlu dililit dengan kawat agar pertumbuhannya bisa lurus, berkelok – kelok, tegak, menjuntai ke bawah atau bentuk lainnya yang sesuai dengan selera.

Cara pelilitan sangat mudah. Semula disiapkan kawat sebesar lidi. Cabang – cabang yang sudah dipangkas dan dipelihara dililiti kawat. Cabang – cabang yang sudah terlilit kawat tersebut diatur bentuknya. Bisa ditegakkan (vertikal) dibentuk menjuntai ke bawah, dikelok-kelokkan dengan arah yang tetap tegak lurus ke atas atau arah lainnya. Apabila sejak kecil cabang tersebut dibentuk, maka sampai besar bentuk tersebut tetap stabil alias tidak berubah. Apalagi jika sudah berbuah, pasti tabulampot itu tampil aduhai.

Pelilitan sebetuknya tidak hanya terbatas pada percabangan saja, tetapi ranting – ranting yang sudah tumbuh juga dapat dililit kawat dengan harapan agar bentuknya ciamik. Bagaimana dengan batang iutama ? Andaikan dikehendaki batang utama tabulampot memiliki bentuk meliuk atau berkelok – kelok, maka sudah selayaknya sebelum dilakukan pemangkasan batang tadi dililit kawat yang ukurannya agak besar. Lantas batang itu dikelok – kelokkan sampai bentuknya serupa ular. 


Tabulampot adalah miniatur pohon buah yang memiliki media terbatas. Mengingat serba keterbatasan tersebut, terkadang pertumbuhannya lamban. Bahkan tak kunjung berbuah karena suplai hara dari medianya amat kurang. Sebab itu, wajar kiranya jika tabulampot harus dipupuk, dirangsang atau diperlakukan apa saja agar bisa tumbuh normal dan berbuah sebagaimana pohon di lahan terbuka. Kadangkala perlakuan yang telah diberikan terhadap tabulampot tersebut sedikit memberi pengaruh misalnya buah enggan membesar. Seringkali kita jumpai mangga tabulampot buahnya hanya sebesar kedondong.

Padahal jenis yang ditanam adalah arumanis. Buah tabulampot sebetulnya dapat dijarangkan, Keika tanaman sudah produksi, dilihat apakah buahnya normal atau tidak. Kalau tidak normal, maka beberapa buah harus dibuang atau dijarangkan seraya membiarkan buah yang normal untuk berkembang. 


Tabulampot Seaduhai Bonsai

Andaikan buah yang tumbuh normal seluruhnya kecil, maka buang sebagian atau sisakan 75 persen saja, Dengan teknik penjarangan demikaian, niscaya buah tabulampot tadi akan mudah berkembang dan tumbuh membesar. Hampir semua jenis tabulampot dapat dijarangi buahnya terutama yang memiliki buah besar seperti mangga, jeruk, kedondong, jambu air, dan sebagainya, Penjarangan ini ternyata bukan hanya berfungsi membesarkan buah saja melainkan juga meningkatkan kemanisannya.

No comments :

Post a Comment