Budidaya Ikan Hias Mini

Ikan Hias

Pemeliharaan

Berikut ini langkah-langkah yang perlu anda lakukan sebelum mulai memelihara ikan:

  1. Temperamen spesies ikan. Apakah spesies tertentu cocok untuk disatukan dengan ikan yang sudah anda miliki atau ingin anda pelihara di masa mendatang. Faktor ini sering terabaikan oleh penghobist.
  2. Apakah spesies yang akan anda pelihara mampu berkembang biak dengan cepat? Bila demikian, apakah anda memiliki peralatan pada saat ikan berkembang biak?
  3. Pelajari tentang siklus nitrogen dalam akuarium apabila anda ingin Budidaya Ikan Hias. Proses penting ini harus anda pahami bila anda ingin berhasil dalam memelihara ikan hias air tawar.
  4. Sediakan banyak tempat bersembunyi bagi ikan. Tempat bersembunyi akan menjadi tempat pengungsian ikan dan akan menurunkan level stress ikan.
  5. Beli test kit air akuarium untuk memonitor siklus nitrogen akuarium. Anda dapat membeli test kit untuk menguji kadar amonia, nitrit, nitrat dan pH. Anda juga harus menguji air ledeng bila menggunakan air PAM.
  6. Jangan meletakkan akuarium di dekat jendela. Cahaya matahari yang memasuki akuarium akan menyebabkan ledakan ganggang hijau. Sinar matahari langsung juga akan menyebabkan suhu air dalam akuarium meningkat.
  7. Berikan Kiambang & Eceng Gondok CS secukupnya , sebagai tempat berteduh, tempat telur
  8. Dan tempat makan para ikan.
A. Kolam atau Bak Semen

Ukuran kolam atau bak semen sangat bervariasi, tidak ada ketentuan yang mengatur ukuran maupun bentuknya. Umumnya kolam atau bak semen yang dimiliki petani ikan hias berada di pekarangan rumah sehingga ukuran maupun bentuknya terkadang disesuaikan dengan ukuran dan bentuk lahan pekarangan. Demikian pula dengan bahan pembuat kolam, ada yang dari batako dan ada pula yang dari bata merah

Kebanyakan kolam berukuran 1 m x 1 m sampai 2 m x 3 m. Kedalamannya pun bervariasi dari 25-40 cm. Kedalaman kolam yang relatif dangkal memiliki keuntungan, yaitu difusi oksigen dan sinar matahari dapat masuk sampai ke dasar kolam Berta hemat air. Kalau panas terik, ikan dalam kolam perlu diberi naungan berupa atap atau tanaman air.

Penggunaan kolam atau bak semen yang masih baru harus hati-hati. Selain bau semen kurang baik untuk ikan, pH airnya pun cepat naik akibat kikisan semen. Bahkan bisa terjadi keadaan sindroma kolam baru (new tank syndrome), yaitu cepatnya racun amonia dan nitric terbentuk akibat belum tumbuhnya bakteri pengurainya.

Melihat kerugian tersebut, pencucian dan perendaman kolam baru perlu dilakukan. Kolam dicuci dengan air, lalu direndam air yang sudah diberi batang pisang atau PK. perendaman dilakukan selama 3-5 hari.

Bukan hanya pada kolam baru, kolam bekas ikan sakit pun harus diberi perlakuan pencucian dan perendaman. Setelah dicuci bersih, kolam direndam air PK atau formalin berkadar rendah, untuk mematikan sisa bibit penyakit di dalam kolam. Kalau perlu, kolam dijemur sampai kering. Saluran-saluran kolam diusahakan selalu bersih dan alirannya lancar. Biasanya endapan air yang tidak mengalir sangat rawan penyakit.

Kolam dengan tanaman air beraneka ragam akan menjadi lebih menarik bila diisi dengan ikan. Nah, agar ikan di dalam kolam sehat dan berkembang biak dengan baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: 

  1. Pilih ikan yang sehat dan tidak sakit, dari jenis yang bisa beradaptasi dengan tanaman air. Ikan dengan warna sirip yang cerah sangat kontras dengan tanaman air yang berwarna hijau.
  2. Sesuaikan jumlah ikan dengan kapasitas kolam. Sebaiknya jangan terlalu banyak, karena beberapa jenis ikan sangat mudah berkembang biak.
  3. Beri makan ikan sesuai kebutuhannya. Terlalu banyak sisa makanan di dasar kolam dapat menurunkan kualitas air.
  4. Bila ada ikan yang sakit, segera pisahkan karena dapat mempengaruhi ikan yang lain.
  5. Periksa kualitas air kolam secara rutin dan bersihkan kolam secara berkala. Ada baiknya mengunakan sistim penyaringan air kolam.
Mempercepat agar kolam bias segera digunakan

Cara yg sering saya gunakan, airnya di isi apa aja , mulai dari tanaman beserta komponen2nya, sampai sampah Rmh tangga. Tujuannya agar cepat terjadi pembusukan2 maka banyak plankton2 zoo maupun phyto, biarkan mereka menggarap bermacam bahan beracun yg timbul di dalam kolam. Cara yg kedua lebih bersih, dengan mengisi air dan pupuk, misal urea, TSP, NPK, dan sejenis plankton katalist, tujuannya sama dengan diatas, hanya lebih bersih dan bebas dari kemungkinan timbulnya racun kedua.

Kemudian lakukan 2 atau 3 kali, kuras dan bikin lagi, yg ke 3 biasanya kolam sudah berlumut dan siap untuk di isi apapun. Ngetesnya isi ikan, kalau dia segar maka LAT pasti bugar . Terimakasih dan salam hormat

0 comments:

Post a Comment