Segala Sesuatu Berawal dari Mimpi

Segala Sesuatu Berawal dari Mimpi

Dari setiap seminar tentang bagaimana menjadi sukses, selalu dikatakan pentingnya sasaran, pentingnya goal, atau pentingnya impian.

Tapi jarang sekali dijelaskan bahwa "Bagaimana cara memanfaatkan impian tadi untuk mencapai apa yang kita inginkan?"


Daripada kita terus menerus memikirkan impian, lebih baik kita berfikir mulai dari impian. Hari ini adalah milik orang - orang yang sekian ratus tahun yang lalu, atau sekian puluh tahun yang lalu, atau sekian tahun yang lalu, karena mereka berani bermimpi besar, dan terus berfikir mulai dari mimpinya dan menyusun rencana untuk mencapai apa yang dia impikan.

Dulu orang tidak bisa terbang, sekarang ada pesawat terbang. Dulu TV setebal 1 meter sekarang TV tebal nya 10 cm besok TV bisa digulung bahkan besok TV dalam bentuk ballpoin yang bisa 3 dimensi yang begitu indahnya.

Nah semua ini awalnya dari impian. Caranya adalah kita tarik turun dari impian

ke masa-masa sekarang: apa saja yang kita harus kerjakan untuk mencapai impian ini, sehingga Impian-impian tadi bisa jadi sangat - sangatlah luar biasa.

Nah, impian ini harus dimulai dari keinginan kita, untuk menjadi lebih baik dari hari ini.

Ketika manusia tidak mau menjadi lebih baik lagi, dia akan kehilangan gairah dan hidupnya akan biasa - biasa saja. Jadi kita harus terus selalu mempunyai impian yang lebih baik, lebih baik dari apa yang sudah kita miliki hari ini.
Dengan impian tadi, kita jadi lebih semangat, jadi lebih bergairah, jadi lebih maju, lebih berarti untuk orang banyak.

Seperti yang dikatakan oleh Steven R Covey dalam bukunya The 7 HABBITS: "Mulailah dari impian".

Bahkan dia lebih parah lagi, dia omong: "Mulailah dari yang akhir".

Dia minta kita: seolah - olah kita sudah meninggal dunia, dia minta kita membacakan kata - kata yang akan kita bacakan pada diri sendiri: "Orang ini seperti apa? Orang ini bagaimana?" 


Jadi Kita harus membayangkan apa kita maunya terlebih dahulu.

Dan kalau kita bisa membayangkan begitu jelasnya, dunia bisa menjadi milik kita.

0 comments:

Post a Comment