Sunday, March 31

Tips Singkat Budidaya Jamur

Tips Singkat Budidaya Jamur

Jamur bersifat saprofit artinya tergantung pada bahan organik yang ada. Di alam umumnya tumbuh pada kayu lapuk. Prinsip budidayanya adalah menyediakan makanan sesuai alaminya dan menyediakan lingkungan tempat hidupnya yang memerlukan kelembaban yang tinggi.

Media untuk budidaya dengan memanfaatkan sisa‐sisa bahan organic yang mengandung selulosa seperti serbuk kayu, jerami, alang‐alang atau kayu kering.


Lingkungan tempat tumbuh yang diperlukan:

  1. Suhu inkubasi 22‐280C, kelembaban 60‐80%
  2. Suhu pembentukan tubuh buah 16‐220C, kelembaban 80‐90%
  3. Sirkulasi udara cukup
  4. Intensitas cahaya 10%
Media untuk bibit induk:
  1. Biji‐bijian (jagung, cantel atau padi) 60%
  2. Serbuk kayu halus 40%
  3. Kapur 1%
  4. Gips 0,1‐1,0%
  5. Air secukupnya
Cara kerja penyediaan bibit induk:
  1. Biji‐bijian direndam selama 24 jam, kemudian dikukus setengah matang
  2. Serbuk kayu, kapur dan gips dicampur merata, kemudian dicampurkan dengan biji‐bijian tadi dengan kadar air 45‐60% dengan pH 6,8‐7,0
  3. Masukkan ke dalam botol lalu tutup dengan kapas dan lapisi aluminium foil.
  4. Sterilisasi dalam autoklaf dengan suhu 1210C, tekanan 1,5 atm selama 30 menit
  5. Setelah dingin inokulasi dengan bibit murni
Media untuk bibit tanam:
  1. serbuk kayu atau bahan yang lain 100 kg
  2. dedak/bekatul 10 kg
  3. kapur 2,5 kg
  4. gips 0,5 kg
  5. pupuk TSP 0,5 kg
  6. air secukupnya
Cara kerja penyediaan bibit tanam:
  1. serbuk direndam 12‐24 jam lalu tiriskan, kemudian kukus selama 4‐6 jam
  2. campurkan serbuk dengan bahan‐bahan lain sampai merata dengan kadar air 5‐65%, kemudian komposkan selama 1‐2 hari
  3. masukkan ke dalam plastik tahan panas, pada lahernya diberi pipa paralon yang ditutup dengan kapas
  4. sterilkan dalam autoklaf atau dandang pengukus selama 6‐8 jam ‐ inokulasi dengan bibit induk dan inkubasikan pada ruangan dengan kelembaban 80‐90%

No comments :

Post a Comment